Other Editions

Wacana Peremajaan Skuat Persib Bandung Musim Depan

Dua legenda Persib Bandung, Max Timisela dan Yudi Guntara, mengungkapkan hal yang hampir serupa. Hasil yang diterima tim di kompetisi tahun 2017 mesti dievaluasi secara menyeluruh. Dan satu poin penting lain yaitu soal pemberian kepercayaan kepada para pemain muda. Dengan kata lain, dua mantan pemain tersebut berharap adanya revitalisasi atau peremajaan dalam tubuh tim Maung Bandung.

Apa yang diungkapkan oleh Max dan Yudi bisa jadi benar adanya. Maung Bandung mesti siap menyambut era baru. Bahkan secara ekspilist, Max menyebut Persib mesti mengganti pemain yang sudah tidak maksimal lagi. Atau dengan kata lain, harapan tentunya adalah mengganti para pemain yang sudah uzur dengan para pemain yang lebih segar.

Jumlah Pemain

> 30 Tahun

PERSIB 13
PERSIJA 7
BALI UNITED 8
PERSIPURA 9
BHAYANGKARA FC 9
PSM 5

Tabel di atas merupakan komparasi usia dari para pemain Persib dengan kesebelasan-kesebelasan besar di Indonesia. Jumlah 13 pemain yang berusia di atas 30 tahun yang dimiliki oleh Maung Bandung jauh lebih banyak ketimbang tim-tim lain. Ada selisih mencolok karena kesebelasan-kesebelasan lain seperti PSM Makassar, Bali United, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, maupun sang juara, Bhayangkara FC, jumlah para pemain berusia 30 tahun atau lebih mereka tidak lebih dari 10 pemain.

Semakin pelik karena ada beberapa pemain yang berusia di atas 30 tahun tersebut tidak berkontribusi benar-benar maksimal terhadap Persib musim ini. Misalnya penyerang Sergio van Dijk yang sudah tidak terdengar gaungnya sejak mengalami cedera di Piala Presiden 2017. Atau Tantan, yang lebih banyak diparkir sejak permulaan musim.

Para pemain di sektor lain pun perlu penyegaran. Supardi Nasir memang masih menunjukan kualitas, tapi harus diakui bahwa ia sudah tidak muda lagi. Ada banyak momen di mana ia kalah adu lari dengan para pemain lawan yang berusia lebih muda. Hal serupa juga terjadi di sisi berseberangan yang diisi oleh Tony Sucipto. Soal Michael Essien yang dimainkan bukan di peran aslinya, yang kemudian membuat Hariono menjadi korban tentu tidak perlu dijelaskan kembali.

Yang selanjutnya mesti dilakukan adalah…

Meskipun revitalisasi atau peremajaan skuat merupakan sesuatu yang mesti dilakukan, tetapi hal tersebut tentunya tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa. Proses mesti tetap dijalankan satu per satu dan perlahan. Memang apabila menggunakan tim muda sekaligus, akan terbentuk sebuah karakter yang benar-benar berbeda. Tetapi melakukan peremajaan skuat dengan ekstrem adalah sebuah perjudian, karena apabila tidak berjalan dengan baik, justru membuat tim menjadi kesulitan.

Dalam beberapa sektor masih diperlukan para pemain yang lebih senior. Misalnya, Supardi yang memang akan menjadi mentor yang sangat sesuai bagi perkembangan seorang Henhen Herdiana. Atau Deden Natsir yang akan bisa lebih matang lagi apabila ditempa dengan pengalaman bersama Made Wirawan.

Bhayangkara FC yang berhasil menjadi juara di kompetisi kali ini sebenarnya menjadi percontohan yang sangat baik. Meskipun didominasi oleh para pemain muda, tim masih membutuhkan bimbingan dari para pemain yang lebih senior dan berpengalaman. Mereka memang memiliki Evan Dimas Darmono atau Zulfiandi, tetapi ada sosok Firman Utina yang menjadi mentor bagi para pemain ini.

Begitu pula di lini depan. Ada Ilham Udin Armayn, Dandy Sulistyawan, dan Wahyu Suboseto, tetapi masih ada sosok Ilija Spasojevic di sana. Hal yang sama juga terjadi untuk Putu Gede Juni Antara. Alfin Tuasalamony bukan sekadar pelapis saja, tetapi juga berperan untuk membuat pemain keturunan Bali tersebut menjadi lebih matang.

Apabila memang peremajaan skuat adalah sesuatu yang ingin dilaksanakan, maka langkah selanjutnya yang mesti dilakukan oleh manajemen Maung Bandung adalah mengontrak pelatih yang sesuai dengan pekerjaan tersebut. Pelatih yang bisa mensinergiskan antara pemain senior dan para pemain yang lebih muda.

Baca juga: Liga 1 Berakhir, Saatnya Persib Bandung dan Bobotoh Membenahi Diri

Setelah kesulitan mendapatkan Rahmad Darmawan, Persib tentu mesti mencari sosok lain. Pemain asal Montenegro yang pernah memperkuat Maung Bandung, Miljan Radovic, memang terlihat jadi sosok yang sesuai. Karena setelah pensiun, ia lebih banyak berkarier untuk mengembangkan bakat-bakat muda di Eropa Timur sana. Indra Sjafri yang terkenal memoles bakat-bakat muda juga bisa jadi calon yang bagus. Tetapi, pelatih asal Minang ini bukan tipe yang bisa memadukan dua generasi. Ia akan sangat baik apabila diberikan skuat berisikan pemain muda.

Soal wacana peremajaan skuat mesti berjalan beriringan dengan pemilihan pelatih yang selanjutnya dilakukan. Karena apabila tidak, boleh jadi musim bencana akan kembali terjadi untuk Maung Bandung di kompetisi mendatang.

Author: Aun Rahman (@aunrrahman)
Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia

Related Posts