Other Editions

Best XI Liga 1 Musim 2017 Versi Football Tribe Indonesia

Image Credit: Andritany Ardhiyasa

Tuntas sudah pagelaran sepak bola profesional bertajuk Go-Jek Traveloka Liga 1, dengan menahbiskan Bhayangkara FC sebagai juara, dan sederet pencapaian lainnya yang juga layak diapresiasi dan diberi pengakuan khusus.

Untuk pencapaian individu, beberapa pemain tampil sangat apik sepanjang musim, dan layak digabungkan dalam susunan sebelas pemain terbaik di Liga 1. Siapa saja mereka? Berikut Football Tribe Indonesia telah merangkumnya yang disertai hasil voting melalui akun Twitter kami:

Kiper

Andritany Ardhiyasa
Kredit: Instagram Andritany Ardhiyasa

Andritany Ardhiyasa

14 kali clean sheets dan membawa Persija Jakarta sebagai tim dengan jumlah kebobolan terminim di Liga 1, membuat kami menjatuhkan pilihan pada Andritany Ardhiyasa sebagai kiper di tim terbaik Liga 1 musim ini. Tak hanya unggul dalam sisi teknis, Andritany juga berperan besar sebagai wakil kapten Macan Kemayoran. Jiwa kepemimpinannya sangat dibutuhkan, terutama ketika Ismed Sofyan atau Bambang Pamungkas berhalangan tampil.

Bek

Rezaldi Hehanussa

Rezaldi Hehanussa

Bisa dibilang, pemain yang akrab dipanggil Bule ini adalah bek kiri terbaik di Indonesia saat ini. Saat menyerang, umpan silangnya akurat dan tendangan jarak jauhnya berbahaya. Lalu ketika bertahan, ia sangat sulit ditembus, baik melalui operan kombinasi maupun aksi individu.

Rezaldi Hehanussa bukan hanya aset masa depan Persija, tapi juga timnas Indonesia. Liga 1 hanyalah awal dari batu pijakannya untuk terus berkembang dan terus menjadi lebih baik, hingga kelak ketika pensiun ia dapat disejajarkan dengan para bek kiri legendaris Indonesia.

Steven Paulle

Steven Paulle

Distribusi bolanya bagus, jago memotong umpan lawan, jarang tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, hampir selalu menerima keputusan wasit, dan berjiwa pemimpin, membuat bek PSM Makassar asal Prancis ini layak dinobatkan sebagai salah satu bek terbaik di Liga 1 musim ini. Ia juga cukup sering dinobatkan menjadi man of the match di sebuah laga, yang semakin mengukuhkan dirinya sebagai pemain kunci di skuat Juku Eja.

Bambang Pamungkas Pacheco

William Pacheco

Tinggi menjulang layaknya Tugu Monas, Pacheco merupakan sosok sentral di lini pertahanan Persija, yang hebatnya tak hanya di lini belakang, tapi juga “lini depan”. Betul, lini depan, karena lima gol yang dicetaknya musim ini membuatnya sebagai salah satu bek tengah tersubur di Liga 1, yang selalu menjadi ancaman bagi lawan-lawannya saat eksekusi bola mati.

Kredit: Fourfourtwo

Putu Gede Juni Antara

Untuk mengimbangi daya ledak Rezaldi di sisi kiri, maka dibutuhkan penyeimbang di sisi seberangnya, dan bek kanan Bhayangkara FC ini adalah sosok yang paling tepat, berdasarkan hasil voting di Twitter kami. Secara individu, kemampuan Putu Gede memang sangat menonjol di antara bek sayap seusianya. Umpan silangnya akurat, kuat dalam duel satu lawan satu, dan punya stamina yang menunjang untuk bertarung selama 90 menit penuh. Atribut wajib bagi bek sayap era modern.

Gelandang

Rizky Pora
Rizky Pora. Kredit: Goal

Rizky Pora

Cukup sulit menentukan antara Rizky Pora, Septian David Maulana, dan Paulo Sergio di posisi ini, tetapi hingga tulisan ini dirilis, sang kapten Barito Putera memimpin voting dengan 33 persen suara.

Peran Rizky Pora di Barito Putera memang sangat vital. Tak hanya berfungsi sebagai pendulang gol, tapi juga kreator serangan plus pemimpin rekan-rekannya. Salah satu aktor kunci dibalik peningkatan pesat Barito Putera musim ini.

Wiljan Pluim

Wiljan Pluim

Mustahil melupakan namanya dalam susunan pemain terbaik Liga 1. Pluim memang luar biasa, bahkan di hari terburuknya saja, ia masih bisa memberi kontribusi minimal satu umpan kunci. Sebuah pertunjukan aksi yang unik, karena dengan posturnya yang tinggi, sekilas tidak terlihat kalau ia adalah playmaker jempolan.

Irfan Bachdim

Kejelian Widodo Cahyono Putro menggeser posisi Irfan Bachdim dari gelandang serang ke sayap kanan terbukti membawa efek masif dalam permainan Bali United. Dengan kecepatan serta visi bermainnya, Bachdim merupakan senjata mematikan Serdadu Tridatu di lini kedua, dengan torehan 9 gol dan 10 asis.

Penyerang

Hattrick Samsul Arif

Samsul Arif

Di luar dugaan, di klub yang tak terlalu besar dan usia yang semakin bertambah, Samsul justru semakin ganas memgoyak jala lawan. Total 17 gol telah dikoleksinya sejauh ini, yang menjadikannya sebagai penyerang lokal paling produktif di Liga 1, unggul satu bola dari Lerby Eliandry.

Asis Sylvano Comvalius
Sylvano Comvalius

Sylvano Comvalius

Haram hukumnya menepikan nama top skor kompetisi di susunan pemain terbaik. 37 gol yang dicetaknya tak hanya melampaui rekor Peri Sandria, tetapi juga mengukuhkan dirinya sebagai calon pemain legenda Bali United. Sebuah rekor yang mungkin akan bertahan selama puluhan tahun untuk dapat kembali dipecahkan.

Bhayangkara FC keluar sebagai kampiun

Ilija Spasojević

Datang, main, menang, kisah Spaso memang luar biasa di Liga 1 musim ini. Baru bergabung di putaran kedua, ia tak butuh waktu lama untuk langsung menyatu dengan taktik Bhayangkara FC juga sepak bola Indonesia yang cukup lama ia tinggalkan. Masa adaptasi yang singkat inilah yang menjadi kunci sukses Spaso dalam mengantar timnya menjuarai Liga 1.

Pelatih

Widodo Cahyono Putro

Widodo Cahyono Putro

Bali United merupakan tim tersukses dalam melakukan pergantian pelatih musim ini. Sempat dua kali kalah beruntun di awal musim yang membuat posisi mereka terperosok di peringkat 17, Serdadu Tridatu langsung menunjukkan perbaikan performa yang signifikan di bawah komando Cak Wid.

Fadil Sausu dan Taufiq menemukan kembali performa terbaiknya, Irfan Bachdim disulap menjadi pemain sayap jempolan, dan Sylvano Comvalius tak terhentikan hingga pekan terakhir. Tak salah jika kontrak Cak Wid diperpanjang tiga tahun, karena ia juga salah satu aset berharga Bali United.

Pemain cadangan

Untuk semakin menambah kedalaman skuat, kami juga memilih tujuh pemain cadangan yang bisa melapis semua sektor di formasi ini tanpa mengurangi kualitas tim. Mereka adalah:

Muhammad Ridho (kiper, Borneo FC)
Otavio Dutra (bek tengah, Bhayangkara FC)
I Made Andhika Wijaya (bek kanan, Bali United)
Slamet Nurcahyo (gelandang serang, Madura United)
Septian David Maulana (gelandang serang, Mitra Kukar)
Terens Puhiri (sayap, Borneo FC)
Marclei Santos (penyerang, Mitra Kukar)

Author: Aditya Jaya Iswara (@joyoisworo)
Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.

Related Posts