Noda Perdana Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo

Satu misi lumayan berat diusung oleh Kalteng Putra pada saat melakoni laga away ke Stadion Gelora Bung Tomo, guna bertemu Persebaya Surabaya di pertandingan terakhir babak 16 besar di Grup C. Hanya raihan tiga poin yang bisa membuka peluang tim asal Palangkaraya tersebut untuk lolos ke fase 8 besar guna menemani Persebaya yang telah lolos lebih dulu.

Bila gagal memetik angka penuh, satu-satunya harapan agar tim asuhan Kas Hartadi ini tetap melaju ke 8 besar adalah kegagalan Persigo Semeru FC memetik kemenangan dari PSBS Biak.

Bermain di hadapan Bonek yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo, Kalteng Putra tidak kelihatan gentar. Mereka tetap meladeni permainan tim tuan rumah yang lebih banyak menguasai bola sedari sepak mula.

Di beberapa situasi, Ricky Kayame dan kawan-kawan bahkan mampu menerobos hingga area kotak penalti Kalteng Putra guna mencuri gol. Namun penyelesaian yang buruk dari lini serang Bajul Ijo plus kekokohan Galih Sudaryono di bawah mistar, membuat peluang-peluang tersebut menjadi percuma.

Kubu Enggang Borneo sendiri juga berhasil menciptakan sejumlah peluang di sepanjang babak pertama via serangan balik cepat. Akan tetapi, pertahanan Persebaya masih sanggup mengantisipasinya dengan sempurna, khususnya lewat jebakan-jebakan offside yang menjadi ciri khas permainan mereka. Babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata lantaran tak ada satu gol pun yang tercipta.

Di babak kedua, Alfredo Vera menginstruksikan anak buahnya untuk terus menggempur pertahanan Kalteng Putra dengan meninggikan garis pertahanan guna memberi tekanan secepat mungkin andai mereka kehilangan bola. Hal ini juga berfungsi untuk mereduksi kesempatan Rivaldy Bauwo dan kolega dalam mengembangkan permainannya.

Sayangnya, pola permainan ini mudah diantisipasi oleh para penggawa Kalteng Putra. Di beberapa kesempatan, para penggawa Enggang Borneo tetap berhasil lepas dari tekanan dan juga jebakan offside untuk mendekati kotak penalti Bajul Ijo walau belum membuahkan hasil yang memuaskan.

Sampai akhirnya, deadlock pada laga ini patah di menit ke-78 usai Rivaldy menyarangkan bola ke jala Persebaya yang dikawal Miswar Saputra dengan sepakan keras mendatarnya.

Ironi bagi Persebaya, cara Kalteng Putra menciptakan gol ini pun sama dengan skema yang mereka peragakan di sepanjang laga yakni via serangan balik cepat memanfaatkan garis pertahanan tinggi nan rapuh yang digalang Fandy Imbiri dan kolega.

Setelah ketinggalan, berulangkali Persebaya mencoba untuk membombardir lini belakang Kalteng Putra. Namun nahas, tak ada peluang bersih yang tercipta sehingga tak ada gol balasan yang berhasil mereka catatkan.

Kedudukan akhir 1-0 bagi kemenangan Kalteng Putra bertahan sampai wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga sekaligus menghadiahi Persebaya dengan kekalahan perdana di kandang sendiri pada kompetisi Liga 2 musim ini.

Kemenangan tipis ini meroketkan posisi Enggang Borneo ke puncak klasemen dan berhak lolos ke fase 8 besar dengan status juara Grup C. Nantinya, klub yang berkandang di Stadion Tuah Pahoe ini amat layak menyandang status kuda hitam ketika mentas di babak krusial tersebut.

Author: Budi Windekind (@Windekind_Budi)
Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional

Related Posts