Turun Minum Serba-Serbi

Popularitas Klub Sepak Bola di Media Sosial: Ketika Persib Bandung Mengalahkan AS Roma dan Inter Milan

Apa ukuran popularitas sebuah tim sepak bola? Prestasi? Itu pasti. Tentu kita tahu sederet prestasi tim selevel Bayern München, Juventus atau Barcelona. Lalu apalagi? Nama pemainnya? Bisa jadi. Tentu semua orang mengenal nama-nama tenar seperti Gianluigi Buffon, Manuel Neuer, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo hingga Robert Lewandowski.  Tetapi, sekarang ada hal penting juga yang menentukan popularitas sebuah tim. Apa itu?

Jawabnya adalah media sosial. Ya, kehadiran media sosial dengan segala pernak-perniknya memang mengubah segalanya. Di era digital ini, kita lebih mudah berinteraksi dengan siapapun dan di manapun, termasuk dengan para pesohor sepak bola.

Bahkan, masalah banyaknya pengikut di media sosial seolah menjadi indikator popularitas seseorang. Di dunia model, misalnya. Siapa yang tak kenal Jenner bersaudara dan Hadid bersaudara? Mereka adalah model papan atas terpopuler saat ini dengan banyak pengikut di media sosial. Sempat ada kritikan juga bahwa ukuran super model di masa sekarang hanya berdasar pengikut di media sosial, sementara perjuangan para model di masa 1980-an dan 1990-an jauh lebih berat.

Tidak bisa dipungkiri, di masa sekarang, para pesohor, baik di dunia hiburan maupun olahraga, sudah tidak ada batasnya. Dan peran media sosial menjadi penting di mana orang bisa langsung berinteraksi dan memantau kegiatan para pesohor tersebut. Penting bagi mereka untuk bisa menarik minat dan membuat para penggemar merasa ada keterikatan dengan model, aktris, aktor, maupun para selebriti di lapangan hijau.

Nah, survei terbaru dari Global Digital Football Benchmarking Analysis untuk bulan Juli 2017 ini menunjukkan seberapa populer sebuah klub sepak bola di media sosial (dari jumlah pengikut di berbagai platform). Yang pasti, klub-klub asal Eropa masih mendominasi dalam soal jumlah pengikut di daftar 100 besar tersebut.

Ada enam saluran media sosial yang menjadi tolok ukur, yakni Facebook, Twitter, Instagram, Periscope, YouTube, dan Google+. Nomor satu adalah FC Barcelona dengan jumlah komunitas digital mencapai 206.711.621 orang. Yang kedua adalah Real Madrid dengan jumlah pengikut keseluruhan di dunia maya mencapai 204.968.920.

Sebenarnya, hasil penelitian ini menunjukkan saluran media sosial mana yang menjadi prioritas. Nampaknya, Facebook masih menjadi raja media sosial dan mayoritas klub mempunyai jumlah pengikut terbanyak di laman resmi Facebook mereka.

Barcelona, misalnya. Jumlah pengikut Facebook mereka mencapai 102.660.473 orang. Namun, lepas keseluruhan jumlah pengikut Barcelona mengungguli Real Madrid, Los Blancos masih jadi ”juara” di Facebook dengan pengikut sebanyak 104.620.981.

Tetapi, ada hal menarik juga disini. Yaitu, Periscope. Wah, apalagi itu ya?

Sekilas mengenai Periscope

Jika orang familiar dengan Instagram, Facebook dan Twitter, ada juga beberapa klub sepak bola yang menggunakan Periscope sebagai media interaksi dengan para penggemarnya. Lalu, apa sebenarnya manfaat Periscope bagi kepopuleran sebuah kesebelasan?

Bahasa sederhananya, Periscope itu adalah aplikasi video streaming yang dibeli Twitter pada Februari 2015 lalu dan diluncurkan sebulan kemudian di tahun yang sama. Intinya, dengan Periscope, Anda bisa menyaksikan segala kegiatan secara langsung dan bisa berinteraksi dan memberikan pendapat. Seru, bukan?

Tetapi, memang belum semua klub sepak bola memanfaatkan ini. Klub sekelas Manchester United, Chelsea dan Atletico Madrid misalnya, belum memanfaatkan Periscope dan Manchester United bahkan belum punya akun YouTube.

Sejak perkembangan media sosial, yang lebih penting lagi bukan hanya berlomba meraih banyak suporter, namun juga bagaimana klub bisa berinteraksi dengan penggemarnya secara daring.

Bagi para pengusaha dan pembicara, Periscope menjadi aplikasi efektif untuk mempromosikan merek mereka, berinteraksi dengan para calon pembeli dan cocok bagi orang yang ingin menunjukkan kemampuannya.

Previous
Page 1 / 2