Eropa Jerman

Efek Kedatangan James Rodriguez di Bayern München: Saat Popularitas di Media Sosial Berperan Krusial

Kehadiran pemain baru di klub baru menjadi cerita menarik untuk dibahas. Diharapkan kehadiran orang baru bisa mengangkat prestasi dan bisa juga si pemain baru berfungsi sebagai motivator. Kehadiran Wayne Rooney di klub kampung halamannya, Everton, misalnya. Bisa jadi Rooney tidak selincah semasa dia masih di Manchester United di bawah kepelatihan Sir Alex Ferguson.

Tetapi, pengalaman dan kematangan penyerang dengan torehan 200 lebih gol di Old Trafford ini tentu sangat dibutuhkan Everton yang berisikan pemain-pemain lokal usia muda yang belum pernah merasakan mengangkat trofi.

Tetapi, direkrutnya pemain baru tidak semata-mata diharapkan meningkatkan prestasi klub. Di masa serba modern di mana olahraga sudah menjadi bisnis dan sosial media berperan penting, seorang rekrutan baru juga diharapkan bisa meningkatkan keuntungan klub secara finansial dan membangun citra tersendiri bagi para suporter di seluruh dunia. Apalagi jika klub tersebut selevel Real Madrid, Bayern München, Manchester United dan sejenisnya.

Nah, seminggu lalu, kita tahu bahwa gelandang Real Madrid asal Kolombia, James Rodriguez, hijrah ke Bayern sebagai pemain pinjaman. Dan tujuan Bayern merekrut James sendiri bukan semata-mata karena kemampuannya, tetapi juga karena sosok James sebagai salah satu pemain potensial yang cukup populer di media sosial. Usut punya usut, James punya daya tarik yang cukup masif di Cina dan Amerika Latin.

James Rodriguez

James Rodriguez: Kemilau di Piala Dunia 2014, terpinggir di Real Madrid, populer di media sosial

James menjadi tenar saat tampil gemilang di Piala Dunia 2014 dengan menjadi pencetak gol terbanyak di turnamen bergengsi tersebut (6 gol). Penampilannya yang mengilap menarik minat Carlo Ancelotti yang saat itu masih melatih Real  Madrid. Sekalipun direkrut dari AS Monaco setelah Real Madrid meraih gelar Liga Champions Eropa musim 2013/2014, namun James di musim 2014/2015 selalu masuk skuat utama Real Madrid bersama Karim Benzema,  Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale.

Saat Ancelotti pindah ke Jerman dan Real sempat ditangani Rafael Benitez awal musim 2015/2016, James kerap terpinggirkan. Begitu juga saat Zinedine Zidane menukangi El Real. Sekalipun tampil tidak buruk, James tidak masuk dalam skuad Real Madrid yang sukses juara Liga Champions Eropa ke-12 kali musim 2016/2017 lalu.

Beragam spekulasi mulai bermunculan. Namanya dikaitkan dengan Manchester United. Bahkan ada kabar Madrid membanderol James nyaris 100 juta euro! Lalu, AC Milan juga sempat dikaitkan dengan James. Akhirnya, minggu lalu Bayern mengumumkan resmi merekrut James sebagai pemain pinjaman dan punya opsi untuk mempermanenkannya setelah dua musim ke depan.

James bisa saja menjadi bakat yang terpinggirkan Zidane di Real Madrid, tetapi, pemain berusia 26 tahun ini termasuk salah satu pemain yang populer di media sosial, sama seperti eks rekan setimnya di Madrid, Cristiano Ronaldo, dan pemain Barcelona, Lionel Messi. James menjadi pemain kelima dengan jumlah pengikut di tiga media sosial (Facebook, Twitter dan Instagram) pada Mei 2017 lalu yang mencapai angka 76 juta followers.

Dan sosok pesohor seperti James, Messi dan sebagainya, tentu dengan mudah mendulang uang di media sosial. Penghasilan James di media sosial sendiri mencapai angka 16 juta euro. Ancelotti memang sudah sangat mengincar kemampuan James, tetapi kehadiran James saat ini di Bayern turut juga menaikkan popularitas Bayern sendiri.

Saat ini, James turut dalam tur pramusim Die Roten ke sejumlah negara. Tentunya, kehadiran James bisa membuat Bayern semakin mudah meraup untung dan diharapkan jersey bertuliskan namanya bakal laku keras. Di Madrid sendiri, jersey bertuliskan nama James termasuk yang paling laris.

Previous
Page 1 / 2