Mau Pergi Ke Mana, Hierro?

Bagaimana kabar sang legenda Spanyol satu ini?

Fernando Hierro
Fernando Hierro (kanan) saat konferensi pers mengenai pengunduran dirinya. Kredit: Real Oviedo

Mereka yang mengaku sebagai Madridistas, utamanya sejak era 1990-an, sudah barang tentu kenal dengan sosok bernama Fernando Ruiz Hierro. Lelaki kelahiran Velez, Malaga, adalah salah satu legenda hidup Los Blancos yang mengabdi selama kurang lebih 14 musim di Stadion Santiago Bernabeu.

Semasa bermain dan mengenakan kostum putih khas Madrid, Hierro menyumbang 16 trofi prestisius. Mulai dari titel La Liga Spanyol, Piala Raja Spanyol, Liga Champions sampai Piala Interkontinental (kini Piala Dunia Antarklub). Duetnya bersama Manuel Sanchis merupakan salah satu yang terbaik di sepanjang sejarah klub.

Lebih lanjut, jejak kehebatan Hierro tak hanya bisa ditelusuri kala berseragam Madrid saja lantaran ketika mengenakan kostum tim nasional Spanyol, dirinya juga punya penampilan apik. Dikenal sebagai pemain serbabisa, mampu mengisi pos bek tengah maupun gelandang bertahan, serta pandai membaca permainan dan sulit dilewati, Hierro juga memiliki kelebihan lain yakni mengeksekusi bola-bola mati.

Kenyataan itu pula yang membuat Hierro berhasil menceploskan 29 gol di sepanjang 89 kesempatan berseragam La Furia Roja. Sosok yang sempat membela Bolton Wanderers ini pun pernah menyandang predikat sebagai top skor timnas Spanyol sepanjang masa sebelum akhirnya disalip oleh David Silva, Fernando Torres, Raul Gonzalez dan David Villa.

Setelah lama tak terdengar kabarnya, baru-baru ini footballespana melansir berita jika sosok yang satu ini baru saja mengundurkan diri sebagai pelatih kesebelasan Segunda Division, Real Oviedo.

Baca juga: Ode Real Oviedo: (Bukan) Klub Sepak Bola Biasa

Alasan mundurnya lelaki berumur 49 tahun ini adalah gagalnya Oviedo melaju ke babak playoff promosi ke La Liga. Di akhir musim 2016/2017 kemarin, Michu dan kawan-kawan memang hanya nangkring di posisi delapan klasemen akhir dengan torehan 61 angka. Catatan ini sendiri cuma berselisih dua poin dari milik Huesca yang finis di tempat keenam (batas akhir klub yang bisa mengikuti playoff promosi).

Konon, usai menerima tugas sebagai pelatih Oviedo, Hierro memasang target cukup tinggi dengan promosi ke La Liga, termasuk via babak playoff. Hierro sendiri punya opsi perpanjangan kontrak dari pihak klub andai prestasi Carbayones, julukan Oviedo, dinilai cukup memuaskan. Di musim panas 2016 yang lalu, Hierro meneken kontrak kerja berdurasi satu musim.

Dengan perginya Hierro, Oviedo pun mesti mencari lagi pelatih anyar guna menyongsong musim kompetisi 2017/2018 mendatang. Di sisi lain, masa depan Hierro pun masih sulit ditebak, apakah mencari tantangan di klub lain atau justru beristirahat sejenak dari sepak bola. Walau begitu, pemain legendaris ini termasuk salah satu pelatih muda yang dinantikan kiprahnya di kasta tertinggi.

Author: Budi Windekind (@Windekind_Budi)
Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional

1 Trackback / Pingback

  1. Dani Ceballos: Pemain Terbaik Piala Eropa U-21 2017 | Football Tribe Indonesia

Comments are closed.