Enyahkan Saja Donnarumma, AC Milan!

Donnarumma telah membuat simpati suporter berganti benci.

Gianluigi Donnarumma

Ramalan Budi Windekind terbukti. Bom waktu bagi AC Milan itu terus berdetak dan kemarin menunjukkan ancamannya. Gianluigi Donnarumma memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak, padahal cuma menyisakan semusim. Ancaman yang menuai kecaman.

Donnarumma dianggap tidak tahu diuntung. Satu setengah tahun yang lalu, ia dipercaya klub untuk mengisi posisi portiere Rossonerri, yang membuat namanya memukau blantika sepak bola. Tawaran kontrak baru ia tampik, padahal gaji yang akan ia terima cukup tinggi.

Lewat chief excecutive officer (CEO)-nya, Marco Fassone, Milan menawarkan kontrak berdurasi empat tahun dengan gaji 4,5 juta euro per musim. Suatu angka yang besar bagi bocah berusia 18 tahun.

Malang bagi Milan, Gigio Donnarumma berada dalam kendali sang agen super Mino Raiola. Seperti yang kita tahu, Raiola berada di balik beberapa transfer mencengangkan. Terakhir kali, ia mampu menyulap pemain seperti Paul Pogba untuk menjadi pemain termahal dunia.

Di kontrak yang menyisakan satu musim saja, jika tak diperpanjang, maka Donnarumma bisa hengkang dari Milan musim depan dengan status bebas transfer. Ini tentu situasi yang tidak dapat dibiarkan klub, sehingga lewat Fassone, Milan merasa perlu untuk melakukan konferensi pers perihal keputusan Donnarumma.

Anda tahu kebiasan suku Indian ketika ingin berdamai dahulu kala? Suku-suku yang berperang akan melakukan perjanjian damai dengan mengubur kapak masing-masing, sebagai simbol gencatan senjata. Dalam kasus Donnarumma dan AC Milan, sepertinya kedua pihak sudah tak peduli di mana ‘kapak’ itu berada.

Dilansir dari Football-Italia.net(15/6), direktur olahraga Milan, Massimiliano Mirabelli, membuat berang Raiola karena merayu ayah Donnarumma tanpa melibatkan sang agen.

Keputusan Milan untuk mengumumkan penolakan Donnarumma adalah langkah tegas yang menegaskan status klub: “No one is bigger than the club”.

Sulit diterima akal sehat memang, melihat penolakan Donnarumma ini. Di umur masih belia, ia dipercaya bermain untuk klub yang sejak kecil ia idolai. Anak lelaki mana yang bisa mengingkari anugerah tersebut? Belum berjalan dua tahun, bulan madunya bersama Milan terbukti sukses. Ia juga dipercaya timnas senior Italia, bahkan digadang-gadang sebagai pewaris sah Gianluigi Buffon. Namanya dielu-elukan suporter, sampai dianggap bisa menjadi penerus Kaka.

Dengan konferensi pers ini, agaknya sulit melihat Donnarumma kembali mengawal gawang Milan. Jika tak dijual pun, pelatih Vincenzo Montella dan manajemen akan menepikannya ke bangku cadangan. Kehadiran Donnarumma bisa menjadi seperti kutu di rambut bagi klub yang sedang berbenah ini.

Donnarumma juga tidak bisa berkilah bahwa klubnya tidak memiliki ambisi. Setelah berhasil mewakili Italia untuk Liga Europa musim depan, Milan terus berbelanja pemain dan menjadi klub yang paling sibuk di calciomercato musim ini.

Pasti masih ada Milanisti yang terkesiap dengan sikap Donnarumma. Tetapi mereka tidak perlu khawatir. Sebaik apapun penampilannya menjaga mistar gawang, jarang ada klub yang permainannya berpusat pada sosok kiper. Posisi kiper adalah posisi yang sunyi dan pertarungan dimenangkan oleh mereka yang berjibaku di depan gawang (pemain-pemain outfield).

Beberapa akun Twitter yang merupakan basis pendukung Milan pun bersuara dengan nada yang sama. Mereka menyayangkan keputusan Donnarumma, serta menilai keputusan klub sebagai langkah tepat.

Akun The Milan Bible bahkan mengganti nama Donnarumma menjadi “Dollarumma”:

Pemain ini pernah mengambil hati pencinta Milan saat klubnya ditaklukkan Juventus pada 10 Maret 2017 lalu. Meski kalah dengan penalti kontroversial, Donnarumma meninggalkan lapangan sambil mencium logo Milan di dada. Selain itu ia juga berkata ketus tentang penalti kontroversial tersebut.

Selain mengagungkan martabat klub, sikapnya tersebut juga melegakan karena namanya kerap diberitakan sedang diincar Juventus. Tim Zebra memang berhasil meraih tiga angka, tetapi kiper belia yang terus mereka incar telah jatuh hati pada Milan.

Nyatanya itu semua seperti khayalan belaka. Baru berselang tiga bulan, Donnarumma telah membuat simpati suporter berganti benci. Dengan begini, ia telah memberi sinyal bagi klub-klub yang mengintainya, tak hanya Juventus.

Tersiar kabar, Manchester United dan Real Madrid juga ngiler untuk merekrut pemain yang lahir pada 25 Februari 1999 ini. Transfer musim panas 2017 akan menjadi menarik untuk diikuti karena Donnarumma bisa menjadi efek domino bagi tiga klub: Milan, Madrid, serta United.

Madrid akan memboyong Donnarumma jika David de Gea tak bisa mereka bajak dari United. Sementara bila de Gea bisa berlabuh ke Madrid, maka Donnarumma menjadi nama terdepan yang diincar United untuk menggantikan de Gea.

Penolakan Donnarumma akan menjadi efek berantai yang melibatkan tiga klub besar dunia. Sementara dalang di balik semua ini, Raiola, dipastikan akan terkekeh-kekeh, sambil mensyukuri komisi yang (mungkin) ia dapatkan.

Ingat, Raiola adalah agen yang membuat Sir Alex Ferguson berang pada 2012 silam saat ia membisiki Pogba agar menolak tawaran kontrak baru dari United. Pogba akhirnya berlabuh ke Juventus tanpa sepeser pun dikeluarkan klub kota Turin tersebut. “Kamu bajingan,” begitu kata Ferguson kepada Raiola waktu itu.

Saat Pogba akhirnya kembali ke United musim lalu, konon Raiola mendapatkan komisi sebesar 27 juta euro. Jika mengacu pada kinerjanya musim lalu, hubungan baiknya dengan United dan Jose Mourinho akan melapangkan jalan Donnarumma untuk berlabuh ke Old Trafford. Raiola adalah agen untuk tiga pemain yang direkrut United musim lalu, yaitu Pogba, Zlatan Ibrahimovic dan Henrikh Mkhitaryan.

Hal lain yang seharusnya tak membuat Milanisti khawatir. Italia adalah negeri yang sering mencetak kiper-kiper berkualitas. Di skuat mereka sendiri, ada nama Alessandro Pizzari. Sama seperti Donnarumma, ia jebolan akademi Milan. Plizzari bahkan berusia setahun lebih muda.

Milan juga bisa memaksimalkan penjualan Donnarumma, lalu membeli kiper senior yang nantinya bisa menjadi tutor bagi Plizzari. Tapi dengan catatan, Milan mengurungkan niat mereka memboyong Andrea Conti dan Andrea Belotti demi menyeimbangkan neraca keuangan klub. Sampai hari ini, valuasi Donnarumma berada di angka 25 juta euro menurut Transfermarkt dan tentu bisa terus menanjak sesuai prinsip supply-and-demand.

Sebagai informasi, harga termahal kiper baru saja dipecahkan Ederson, kiper Benfica kelahiran Brasil. Ia dibeli Manchester City dengan banderol 34,7 juta paun. Ederson mengalahkan rekor transfer kiper yang selama 18 tahun dipegang Gianluigi Buffon. Juventus membeli Buffon dari Parma pada 2001 dengan harga 32,6 juta paun.

Tampaknya rekor tersebut akan pecah kembali, karena Milan dan Donnarumma telah sama-sama menolak berjalan bersama.

Author: Fajar Martha (@fjrmrt)
Esais dan narablog Arsenal FC di indocannon.wordpress.com

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Menerka-nerka Sosok Pengganti Donnarumma | Football Tribe Indonesia
  2. Potensi Efek Berantai Transfer Gianluigi Donnarumma | Football Tribe Indonesia

Comments are closed.