Cardiff 2017 adalah Final Liga Champions Terbaik Cristiano Ronaldo

Ronaldo melakukan segalanya dengan sempurna.

Cristiano Ronaldo

Secara keseluruhan, penampilan Cristiano Ronaldo di partai final Liga Champions 2017 memang istimewa. Ia terus meneror lini pertahanan lawan, membuka ruang bagi rekan-rekannya dan akhirnya, mencetak dua gol. Mencetak gol perdana yang membuka pertahanan Juventus tentu menjadi poin terbesar. Lalu gol keduanya yang seakan mematikan perlawanan Juventus juga semakin membuat penampilan pemain yang akrab disapa CR7 ini mesti diganjar nilai yang begitu tinggi. Ronaldo melakukan segalanya dengan sempurna.

Napak tilas, apabila diingat kembali, pertandingan tersebut memang final Liga Champions terbaik yang pernah dilakukan Ronaldo. Sepanjang kariernya, megabintang asal Portugal ini sudah menjalani lima final Liga Champions. Dua bersama Manchester United, dan tiga bersama timnya saat ini, Real Madrid.

Baca juga: Kaki Langit Cristiano Ronaldo

Final ajang tertinggi Eropa yang ia rasakan adalah ketika masih berseragam United. Dalam laga dramatis yang terjadi di Moskow pada tahun 2008, Ronaldo bersama United berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Chelsea melalui babak adu penalti.

Pada pertandingan ini, Ronaldo mencetak gol pembuka melalui sundulan cantik yang menembus gawang Petr Cech. Namun setelahnya, penampilannya terus menurun sepanjang laga, terutama setelah Frank Lampard mencetak gol untuk Chelsea.

Padahal, kala itu Chelsea memainkan Michael Essien di posisi bek kanan karena Branislav Ivanovic terkena larangan bermain. Dan Didier Drogba menerima kartu merah di babak perpanjangan waktu. Masih segar dalam ingatan bagaimana Ronaldo kala itu gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor penalti. Beruntung, Edwin van der Sar kemudian keluar sebagai pahlawan dengan berhasil menggagalkan dua eksekutor penalti Chelsea.

Baca juga: Rahasia Keganasan Cristiano Ronaldo di Liga Champions: Istirahat yang Cukup

Final kedua terjadi setahun setelahnya. United berhadapan dengan Barcelona. Dalam final yang terjadi di Roma tersebut, Ronaldo bermain sangat buruk. Ronaldo yang dipasang sebagai penyerang tengah tampil individualis. Setiap mendapatkan bola, ia pasti mencoba melewati lawan dan langsung menembak bola, meskipun terkadang ia berada di posisi yang sangat jauh dari gawang. Ada yang menyebut ini disebabkan karena fokusnya terbagi akibat isu kepindahannya ke Real Madrid. Tetapi yang pasti terjadi di Roma malam itu adalah penanda awal rivalitas antara Ronaldo dengan Lionel Messi.

Berlanjut ke final ketiganya, atau final Liga Champions pertamanya bersama Real. Tim begitu tertekan dengan ambisi untuk meraih La Decima atau gelar juara Eropa ke-10. Ronaldo melakukan hal yang hampir serupa dengan yang terjadi di Roma.

Ia terlalu banyak melakukan aksi individual dan menembak bola ke gawang padahal ada rekannya yang berposisi lebih baik. Andai Sergio Ramos tidak menyamakan angka dan Gareth Bale berhasil membalikkan keadaan di perpanjangan waktu, sudah pasti Ronaldo akan menelan kekecewaan kembali.

Yang terjadi di final Milan 2016 pun hampir serupa dengan yang terjadi di Moskow 2008. Ronaldo tidak tampil begitu baik. Ia lebih sibuk protes kepada wasit karena dilanggar lawan. Bedanya kali ini adalah di babak adu penalti, Ronaldo berhasil menjalankan tugasnya dengan baik dan mengunci gelar ke-11 El Real di kancah Liga Champions.

Maka, penampilan Ronaldo di Cardiff 2017 adalah yang terbaik sepanjang kariernya. Final terbaik yang pernah ia mainkan. Kedewasaan usia dan pengalaman bermain di banyak final sebelumnya membuat Ronaldo begitu tidak terhentikan di laga melawan Juventus lalu.

Author: Aun Rahman (@aunrrahman)
Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia