Nasional Bola

Esensi Nick Van Der Velden untuk Bali United

Sepasang kekalahan yang diderita Bali United di dua laga awal Go-Jek Traveloka Liga 1 menempatkan mereka di dasar klasemen bersama Persiba Balikpapan. Torehan minor ini tentu membuat suporter setia Bali United meradang. Mereka mulai sangsi jika target klub untuk menembus papan atas di musim ini bakal menguap begitu saja.

Manajemen Bali United tampaknya menyadari jika pembenahan mesti dilakukan secepatnya agar Irfan Bachdim dan kawan-kawan kembali ke trek yang benar. Salah satu upaya yang dilakukan tim Serdadu Tridatu adalah merekrut amunisi anyar dalam wujud marquee player berkebangsaan Belanda, Nick Van Der Velden.

Bila dikomparasikan dengan Carlton Cole dan Michael Essien milik Persib Bandung ataupun Peter Odemwingie yang berkostum Madura United, nama Van Der Velden jelas kalah mentereng. Akan tetapi, jangan ragukan pengalaman yang dipunyai sosok berumur 35 tahun ini.

Selama berkarier sebagai pesepak bola profesional, Van Der Velden memang lebih banyak wara-wiri di kompetisi lokal Belanda, baik di Eredivisie maupun Eerste Divisie. Dihimpun dari situs transfermarkt.co.uk., Van Der Velden tercatat pernah bermain untuk RKC Waalwijk (dua periode), FC Dordrecht (dua periode), AZ Alkmaar, NEC Nijmegen, FC Groningen dan Willem II Tilburg dalam rentang 2003 sampai 2016.

Saat membela AZ, Van Der Velden ikut serta dalam kesuksesan tim tersebut merengkuh titel Eredivisie musim 2008/2009. Ketika itu, AZ yang dilatih oleh pelatih ikonik, Louis van Gaal, berhasil mengangkangi nama-nama tradisional seperti Ajax Amsterdam dan PSV Eindhoven. Namun perlu diketahui juga, bila Van Der Velden bukanlah pilihan utama LvG di musim tersebut.

Hingga akhirnya di musim 2016/2017 ini dirinya hijrah ke bagian utara tanah Britania alias Skotlandia guna bergabung dengan Dundee United. Sayangnya, karier Van Der Velden bareng klub berjuluk The Tangerines itu cuma berlangsung singkat. Dirilis oleh situs dufc.co, Dundee United memang sudah memutus kontrak sang pemain per April 2017 sehingga Van Der Velden bisa dengan bebas bergabung dengan Bali United.

Van Der Velden kabarnya menandatangani kontrak selama semusim dengan tim yang berafiliasi dengan kesebelasan raksasa asal Prancis, Paris Saint-Germain ini. Namun sialnya, kedatangan Van Der Velden justru ditanggapi sinis oleh fans Bali United.

Salah satu alasannya tentu pernyataan Van Der Velden di media sosial pribadinya yang menyebut bahwa ia telah mundur dari lapangan hijau pasca bermain untuk Dundee United. Pendukung tim Serdadu Tridatu jelas tak berkenan apabila marquee player mereka hanya sekedar ‘liburan’ di Bali.

Dilihat dari posisi bermainnya, Van Der Velden terbilang sosok serbabisa lantaran dapat diplot sebagai gelandang serang, gelandang sayap, penyerang sayap dan juga penyerang tengah. Secara tersirat, masuknya Van Der Velden ke dalam skuat Bali United berhubungan dengan daya gedor tim yang tampak kurang tajam di dua laga perdana Go-Jek Traveloka Liga 1.

Sejauh ini Bali United memang baru menceploskan satu gol, sumbangsih penyerang asal Belanda, Sylvano Comvalius. Buruknya sektor depan tim Serdadu Tridatu membuat start mereka di Go-Jek Traveloka Liga 1 berjalan kurang mulus.

Di sepasang laga yang telah dilakoni oleh Irfan Bachdim dan kawan-kawan, mereka tumbang dua kali. Masing-masing dari Madura United (skor 0-2) dan Persipura Jayapura (1-2). Situasi ini membuat Bali United terjerembab di dasar klasemen bersama Persiba Balikpapan lantaran belum mengoleksi sebiji angka pun.

Kehadiran Van Der Velden dan kemampuannya bermain di banyak posisi tentu menghadirkan opsi tambahan bagi siapapun yang akan menjadi pelatih Bali United nanti. Baik saat Irfan dan Comvalius mandul atau ketika Marcos Flores, Samsul Pellu dan Yabes Roni gagal memberi suplai yang cukup bagi lini depan.

Membantu Bali United segera keluar dari papan bawah adalah tugas yang kini menunggu Van Der Velden. Apalagi dirinya berstatus sebagai marquee player yang disebut banyak kalangan sebagai pemain spesial. Jadi, tunggu apalagi?

Buktikan kemampuanmu, Nick!

Author: Budi Windekind (@Windekind_Budi)
Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional