Hamka Hamzah yang Serupa Sergio Ramos

Hamka Hamzah, Sergio Ramosnya Indonesia.

Hamka Hamzah
Hamka Hamzah bersama PSM Makassar. Kredit: Hamka Hamzah

Sergio Ramos akhir-akhir ini kembali menjadi pusat perhatian dunia sepak bola. Pemain belakang tim nasional Spanyol dan Real Madrid ini membuat sensasi dengan mencetak 10 gol dalam 36 pertandingan yang sudah dilakoni Real Madrid musim ini.

Indonesia nyatanya juga memiliki sosok seperti Ramos dalam diri Hamka Hamzah.

Pemain belakang yang sudah kenyang pengalaman di tim nasional Indonesia ini tidak jarang mencetak gol bagi klub yang dibelanya. Untuk kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 yang baru berlalu, Hamka menorehkan catatan manis bagi klub yang sempat dibelanya, yaitu Arema FC.

Pemain kelahiran 29 Januari 1984 tersebut mencetak 9 gol dari 30 penampilannya untuk Arema. Tentu saja ini merupakan catatan fantastis untuk seorang pemain belakang. Lebih dahsyat lagi, catatan ini ditorehkannya ketika usianya sudah menginjak 32 tahun.

“Tolong jangan pandang dari sisi usia, Lihat saja performa saya. Usia saya sama sekali belum senja, saya masih produktif sebagai pemain,” ujar Hamka dengan mantap setelah mencetak salah satu golnya ke gawang Semen Padang pada bulan November 2016 lalu. Sayang, performa hebat Hamka saat itu belum cukup untuk membawa Arema untuk menjuarai TSC A 2016.

Setelah TSC berakhir, Hamka memutuskan melakukan salah satu langkah terpenting dalam karier panjangnya sebagai pesepak bola. Ia menerima tawaran untuk pulang kampung ke Sulawesi Selatan guna membela klub kota kelahirannya, PSM Makassar.

Sepak terjang Hamka Hamzah memang cukup menarik untuk diperhatikan. Ia meninggalkan PSM ketika usianya masih belum menyentuh 20 tahun. Di tanah rantau, nyaris semua klub elite di Indonesia telah dibelanya, dari tim sensasi Jawa Timur, Persik Kediri, hingga langganan juara seperti Persipura Jayapura. Pada tahun 2014, talentanya pun memperoleh pengakuan dari klub negara tetangga. PKNS Selangor memikatnya untuk berkiprah di Malaysian Super League, kasta tertinggi liga sepak bola Malaysia.

Di Malaysia, Hamka juga langsung terkenal sebagai bek yang produktif mencetak gol. Dalam pertandingan debutnya, ia langsung menyumbang gol ke gawang Terengganu FC. Selama karir singkatnya di PKNS yang hanya bertahan satu musim, pemain andalan Indonesia di Piala AFF 2010 ini menyumbang lima gol.

Setelah pulang ke Indonesia, Hamka bergabung dengan Pusamania Borneo FC. Ia menjadi rekrutan pertama PBFC setelah promosi ke liga utama. Setelah memperkuat klub Kalimantan tersebut di Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman, barulah ia menerima pinangan Arema.

Selama di Arema itulah Hamka semakin matang. Ia dipercaya menyandang ban kapten klub dan sukses mempersembahkan gelar juara Piala Bhayangkara. Di sinilah kemiripannya dengan Sergio Ramos terlihat. Keduanya sama-sama menyandang ban kapten, berposisi sebagai pemain belakang tapi menyumbang banyak gol.

Di klub yang akan dibelanya di kompetisi Liga 1 yang akan datang, Hamka juga akan menjabat sebagai kapten utama PSM. Kita tunggu saja apakah di usianya yang sudah menginjak 33 tahun, Hamka masih akan produktif mencetak gol serta mempersembahkan gelar bagi PSM.

Author: Mahir Pradana (@maheeeR)
Mahir Pradana adalah pencinta sepak bola yang sedang bermukim di Spanyol. Penulis buku ‘Home & Away’.

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. PSM Makassar: Melanjutkan Momentum Kebangkitan Musim lalu | Football Tribe Indonesia
  2. Reva Adi Utama, Pilar PSM yang Matang di Malaysia | Football Tribe Indonesia
  3. Warkop 23 sebagai Identitas Baru Sepak Bola Makassar | Football Tribe Indonesia
  4. Masa Sekolah Tio dan Cerita Hamka Hamzah di Tribun Mattoanging | Football Tribe Indonesia

Comments are closed.